Kebanyakan air mengalami penguapan (evaporasi) jika terkena suhu panas yang sangat ekstrim, ternyata jika suhu terlalu dingin air juga dapat mengalami evaporasi, seperti yang terlihat di video di bawah ini.
Kondisi:
Mengapa hal ini bisa terjadi? air panas dapat membeku lebih cepat daripada air dingin, dalam kondisi tertentu.
Keanehan alam ini disebut sebagai efek Mpemba, diambil dari nama pelajar SMA Tanzania, Erasto Mpemba yang pertama kali mengobservasi keadaan itu pada tahun 1953. Efek Mpemba terjadi ketika dua bagian air dengan temperatur berbeda terekspos dalam kondisi subzero, dan air yang lebih panas ternyata membeku terlebih dahulu. Observasi Mpemba ini telah dicocokkan dengan sejumlah pemikiran terdahulu, seperti Aristoteles, Rene Descartes, dan Francis Bacon, yang juga berpikir bahwa air panas dapat membeku lebih dulu daripada air dingin.
Evaporasi adalah penjelasan yang paling masuk akal untuk keadaan ini. Ketika air panas diletakkan dalam kontener terbuka mulai mendingin, pengurangan massa secara keseluruhan terjadi bersamaan dengan evaporasi air. Makin sedikit jumlah air yang membeku, maka jumlah waktu yang diperlukan juga makin kecil. Tapi ini juga tak selalu berhasil, terutama ketika dilakukan pada kontener tertutup yang mencegah evaporasi.
Bisa jadi evaporasi bukan satu-satunya alasan kenapa air panas dapat membeku lebih cepat. Adanya distribusi temperatur tak seragam di dalam air juga dapat menjelaskan mengenai terjadinya efek Mpemba.
Tentu saja kita tidak pernah mengalami hal tersebut karena suhu udara di Indonesia sangat jarang mencapai di bawah 0 derajat C, mengingat iklim tropis yang hanya memiliki musin panas dan hujan saja.
POST TGL: 26 January 2011
KATEGORI: Lain-Lain
Site Version: 0.9.3, Date Build: Oct-2008, thanks to php-mysql tutorial and Intranet Journal
Isi bebas didistribusikan dengan mencantumkan alamat asal.